Asma Alloh bukanlah Bahan Lelucon

Dalam Ranah humor, seringkali seseorang melampaui batas norma humor yang dibicarakan, demi mendapatkan sebuah predikat "lucu", seseorang kadang rela (atau bahkan sukarela) menjelajahi semua materi atau bahan tertawaan yang mungkin bisa digunakan, dan terkadang materi itu sebenarnya tak pantas untuk dijelajahi.

Okelah, Dalam dunia Humor (terlebih stand-up comedy), memang pelaku humor diberikan kebebasan seluas-luasnya untuk mencari materi humor se-segar mungkin dan se-kreatif mungkin, Tapi bukan berarti semua hal pantas dan patut dijadikan humor. Ada banyak hal yang tidak layak untuk dijadikan materi tertawaan, salah satunya adalah Asma Tuhan.

Hari ini, saya terbelalak dengan kicauan twitter dari Egir Rivki, seorang jurnalis Detik.com yang menurut saya telah menulis humor cerdas namun dengan bahan yang sangat tidak cerdas: Asma Alloh. Dengan ringannya dia menulis di twitternya "Atas nama Ibra, kalahkan barca. Amin ya robb(ie) fowler", cukup lucu memang, tapi jelas ini sebuah lelucon yang tak layak, Mengingat humor itu menggunakan bahan Asma Alloh, asma Entitas tertinggi yang mempunyai kemuliaan yang tak terbatas, Asma Alloh.


Tapi jelas, humor Egir Rivki itu bukan humor pertama yang mempermainkan asma Tuhan, karena sebelumnya, saya sudah banyak mendengar humor-humor lain bermaterikan Asma Alloh atau sebangsanya, misalnya Ya Alloh dipelesetkan menjadi Ya Awoh, Demi Alloh dipelesetkan menjadi Demi Alex, dan Walaikumsalam dipelesetkan menjadi Walaikumsayang

Bahkan lebih parah lagi, saya pernah mendengar Istilah

"Aku Berlindung kepada Metal dari Godaan Dangdut yang terkutuk."

Bah, sungguh humor yang terlalu naif.



Sabtu, 13 April 2013

One response to Asma Alloh bukanlah Bahan Lelucon

  1. Ivan Purnawan mengatakan:

    Sebuah kelirumologi tingkat akhirat, dimana seakan hal sepele yang langusng di ganjar di akherat oleh-Nya